TNI AL, Tarakan, 4 Maret 2026 – Memasuki hari kedua pelaksanaan latihan, Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XIII kembali melaksanakan Latihan Tempur Bahaya Udara yang digelar di Markas Kodaeral XIII, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Rabu (04/03).
Kegiatan diawali dengan apel gelar kesiapsiagaan operasi yang dipimpin langsung oleh Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) XIII, Laksamana Pertama TNI Sumarji Bimoaji, yang diikuti oleh seluruh prajurit serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Kodaeral XIII.
Dalam arahannya, Dankodaeral XIII menekankan pentingnya kesiapsiagaan serta kedisiplinan prajurit dalam melaksanakan setiap prosedur peran tempur, khususnya dalam menghadapi potensi ancaman udara. Beliau juga mengingatkan agar seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing selama pelaksanaan latihan berlangsung. Disela sela apel gelar kesiapsiagaan operasi dilaksanakan pemeriksaan kesiapan dalam melaksanakan latihan, baik personel dan material yang digunakan.
Usai apel gelar kesiapsiagaan operasi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan peran tempur bahaya udara sesuai mekanisme status siaga 1 baik di Pangkalan dan unsur unsur KRI, diawali dengan pengarahan dan evaluasi pada latihan sebelumnya oleh Asops Dankodaeral XIII. Pada kesempatan tersebut, Dankodaeral XIII juga meninjau secara langsung jalannya latihan guna memastikan setiap tahapan kegiatan terlaksana sesuai prosedur serta untuk melihat kesiapan dan respons prajurit dalam menghadapi simulasi ancaman udara.
Latihan ini bertujuan untuk menguji kesiapan personel, efektivitas sistem komando dan kendali, serta kecepatan dan ketepatan respons prajurit dalam menghadapi potensi ancaman udara. Melalui pelaksanaan latihan yang berkelanjutan ini, diharapkan seluruh prajurit Kodaeral XIII semakin meningkatkan kemampuan, koordinasi, serta profesionalisme dalam mendukung kesiapan operasional satuan.
Dispen Kodaeral XIII, Koarmada RI.


